Monorepos: Mengelola Proyek Multi-Aplikasi dengan Efisien
1. Pendahuluan
Pernahkah kamu bekerja di proyek web yang semakin besar dan kompleks? Mungkin kamu punya beberapa aplikasi frontend, sebuah API backend, beberapa library utilitas, dan bahkan aplikasi mobile, semuanya hidup dalam repository Git yang terpisah. Awalnya terasa rapi, tapi seiring waktu, koordinasi antar repository ini bisa jadi mimpi buruk.
Mulai dari memastikan semua project menggunakan versi library yang sama, melakukan perubahan yang berdampak ke banyak aplikasi, hingga menjalankan CI/CD untuk setiap repository secara terpisah — semua ini memakan waktu dan rentan error. Di sinilah monorepo hadir sebagai solusi yang menarik perhatian banyak developer modern.
Artikel ini akan membawa kamu menyelami dunia monorepo. Kita akan bahas apa itu monorepo, mengapa ia menjadi pilihan populer, kapan ia cocok (atau tidak cocok) untuk proyekmu, dan tool-tool modern yang bisa membantumu mengimplementasikannya. Siap meningkatkan efisiensi pengembanganmu? Mari kita mulai!
2. Apa Itu Monorepo?
Secara sederhana, monorepo adalah sebuah strategi di mana kamu menyimpan beberapa proyek (aplikasi, library, paket, dll.) dalam satu repository Version Control System (VCS) yang sama.
📌 Analogi Sederhana: Bayangkan kamu punya beberapa buku resep masakan.
- Polyrepo (Multiple Repositories): Setiap buku resep disimpan di lemari yang berbeda, di ruangan yang berbeda. Kamu harus bolak-balik antar ruangan untuk mencari resep atau bahan yang sama.
- Monorepo (Single Repository): Semua buku resep disimpan dalam satu lemari besar di dapurmu. Semua resep dan bahan (library) yang bisa dipakai bersama ada di satu tempat, mudah dicari dan digunakan.
Dalam konteks pengembangan software, ini berarti semua kode untuk aplikasi frontend (misalnya, React App, Next.js App), backend API (misalnya, Node.js API), shared UI components, utility libraries, dan bahkan konfigurasi CI/CD, semuanya ada dalam satu folder kerja Git.
Contoh Struktur Monorepo Sederhana:
my-monorepo/
├── apps/
│ ├── web-app/ # Aplikasi frontend utama (misal: Next.js)
│ ├── admin-dashboard/ # Aplikasi dashboard admin (misal: React)
│ └── api/ # Aplikasi backend API (misal: NestJS)
├── libs/
│ ├── ui-components/ # Library komponen UI yang dipakai bersama
│ ├── utils/ # Library fungsi utilitas umum
│ └── types/ # Shared TypeScript types/interfaces
├── tools/ # Script atau konfigurasi khusus monorepo
├── package.json # Root package.json untuk tools monorepo
└── nx.json # Konfigurasi Nx (jika menggunakan Nx)
Ini berbeda dengan pendekatan polyrepo (multiple repositories) di mana setiap aplikasi atau library memiliki repository Git-nya sendiri.
3. Mengapa Menggunakan Monorepo? Manfaatnya untuk Developer
Monorepo bukan sekadar tren, tapi sebuah pendekatan yang menawarkan segudang manfaat, terutama untuk tim dan proyek yang berkembang.
3.1. 🤝 Berbagi Kode dengan Mudah (Code Sharing)
💡 Ini adalah salah satu keuntungan terbesar! Kamu bisa membuat library komponen UI, fungsi utilitas, atau tipe data (TypeScript) yang bisa digunakan dan diimpor oleh semua aplikasi dalam monorepo. Tidak perlu lagi npm publish secara manual setiap kali ada perubahan di library internal.
// libs/ui-components/src/button/Button.tsx
export const Button = ({ children }) => <button>{children}</button>;
// apps/web-app/src/index.tsx
import { Button } from '@my-monorepo/ui-components'; // Langsung import dari lib lokal
// ...
3.2. 🔄 Perubahan Atomik (Atomic Changes)
Bayangkan kamu perlu mengubah sebuah fungsi di library utilitas yang digunakan oleh frontend dan backend. Dengan monorepo, kamu bisa melakukan perubahan pada library dan kedua aplikasi dalam satu commit Git yang sama. Ini memastikan konsistensi dan integritas, serta menghindari masalah versi yang tidak cocok.
3.3. 🛠️ Konsistensi Tooling dan Konfigurasi
Semua proyek bisa berbagi konfigurasi ESLint, Prettier, TypeScript, Babel, atau bahkan CI/CD. Ini memastikan standar kode yang seragam di seluruh proyek dan mengurangi boilerplate konfigurasi untuk setiap proyek baru.
3.4. 🔎 Visibilitas Penuh
Semua tim bisa melihat kode proyek lain. Ini mempermudah kolaborasi, memungkinkan developer frontend melihat implementasi backend, atau sebaliknya, dan mendorong pemahaman yang lebih baik tentang keseluruhan sistem.
3.5. 🚀 Optimasi CI/CD
Tool monorepo modern sangat cerdas. Mereka bisa mendeteksi proyek mana saja yang terpengaruh oleh sebuah perubahan. Jadi, jika kamu hanya mengubah kode di apps/web-app, CI/CD hanya akan menjalankan tes dan membangun web-app saja, bukan semua proyek di monorepo. Ini menghemat waktu dan sumber daya komputasi yang signifikan.
3.6. 📦 Manajemen Dependensi yang Lebih Sederhana
Kamu bisa mengelola semua dependensi dalam satu package.json di root atau dengan package.json terpisah di setiap aplikasi, namun dengan hoisting dependensi ke root. Ini mengurangi duplikasi dependensi dan memastikan semua proyek menggunakan versi dependensi yang kompatibel.
4. Kapan Monorepo Mungkin Bukan Pilihan Terbaik? (Drawbacks)
Meskipun banyak kelebihannya, monorepo bukan obat mujarab. Ada beberapa skenario di mana ia mungkin menimbulkan tantangan:
4.1. ⚠️ Kurva Pembelajaran Awal
Bagi tim yang belum terbiasa, ada kurva pembelajaran untuk memahami cara kerja monorepo dan tool-nya (seperti Nx atau Turborepo).
4.2. 📈 Ukuran Repository yang Membesar
Seiring waktu, repository bisa menjadi sangat besar. Ini bisa memperlambat operasi Git seperti clone atau fetch jika tidak dikelola dengan baik. Namun, tool modern punya trik untuk mengatasi ini (misalnya, sparse checkout).
4.3. 🔒 Kontrol Akses yang Kompleks
Jika kamu punya kebutuhan kontrol akses yang sangat granular (misalnya, hanya tim A yang boleh melihat kode proyek X, tapi tidak proyek Y), monorepo bisa jadi tantangan karena semua kode ada di satu tempat.
4.4. 🐌 Potensi Kinerja Tooling
Tanpa tool monorepo yang tepat, menjalankan perintah di root bisa jadi lambat karena harus memproses semua proyek. Namun, inilah mengapa tool seperti Nx dan Turborepo sangat penting.
4.5. 🤝 Konflik Merge yang Lebih Sering
Dengan banyak orang bekerja di repository yang sama, potensi konflik merge bisa meningkat. Namun, ini adalah masalah manajemen tim dan proses, bukan hanya monorepo itu sendiri.
5. Tool untuk Monorepo Modern: Nx dan Turborepo
Untuk mendapatkan manfaat penuh dari monorepo, kamu hampir pasti membutuhkan tool khusus yang dirancang untuk mengelola kompleksitasnya. Dua yang paling populer saat ini adalah Nx dan Turborepo.
5.1. Nx (Next Generation Build System)
Nx adalah ekosistem tool monorepo yang sangat komprehensif dari Narwhal. Ia dirancang untuk proyek enterprise besar dan menawarkan:
- Graph-based Task Runner: Membangun grafik dependensi antar proyek dan hanya menjalankan tugas (build, test) pada proyek yang terpengaruh oleh perubahan. Ini sangat mempercepat CI/CD.
- Caching: Nx secara cerdas meng-cache hasil build dan test. Jika tidak ada perubahan pada input, ia akan langsung mengembalikan hasil dari cache, bukan menjalankan ulang tugas.
- Code Generation: Generator untuk membuat aplikasi atau library baru dengan konfigurasi boilerplate yang konsisten.
- Plugin Ekosistem: Mendukung berbagai framework (React, Angular, Next.js, NestJS, Node.js, dll.) melalui plugin.
Contoh nx.json (sederhana):
// nx.json
{
"$schema": "./node_modules/nx/schemas/nx-schema.json",
"targetDefaults": {
"build": {
"cache": true,
"dependsOn": ["^build"]
},
"test": {
"cache": true,
"dependsOn": ["^build"]
}
},
"namedInputs": {
"default": ["{projectRoot}/**/*", "sharedGlobals"],
"sharedGlobals": []
},
"workspaceLayout": {
"appsDir": "apps",
"libsDir": "libs"
}
}
5.2. Turborepo
Turborepo, yang kini bagian dari Vercel, juga merupakan build system yang dioptimalkan untuk monorepo. Fokus utamanya adalah kecepatan dan kesederhanaan.
- Performa Cepat: Dirancang dari awal untuk kecepatan, menggunakan Rust di balik layar.
- Remote Caching: Mirip dengan Nx, Turborepo juga memiliki sistem caching yang cerdas, bahkan bisa berbagi cache antar developer atau di CI/CD.
- Minimal Konfigurasi: Lebih ringan dalam hal konfigurasi dibandingkan Nx, ideal untuk tim yang menginginkan setup cepat dengan performa tinggi.
Contoh turbo.json (sederhana):
// turbo.json
{
"$schema": "https://turbo.build/schema.json",
"pipeline": {
"build": {
"dependsOn": ["^build"],
"outputs": ["dist/**"]
},
"test": {
"dependsOn": ["^build"],
"outputs": []
},
"lint": {
"outputs": []
},
"dev": {
"cache": false,
"persistent": true
}
}
}
Baik Nx maupun Turborepo akan sangat membantu dalam mengelola dependensi, menjalankan task secara efisien, dan mengoptimalkan pipeline CI/CD di monorepo kamu.
6. Tips Implementasi Monorepo Praktis
Memulai dengan monorepo mungkin terasa menakutkan, tapi dengan beberapa tips ini, kamu bisa melakukannya dengan mulus:
6.1. ✅ Mulai dengan Struktur yang Jelas
Pikirkan bagaimana kamu akan mengorganisir apps/ dan libs/.
apps/: Untuk aplikasi yang bisa di-deploy secara mandiri (misal:web-app,api,admin).libs/: Untuk kode yang bisa dibagi pakai (misal:ui-components,utils,data-access). Konsistensi adalah kunci!
6.2. 🎯 Gunakan Tool Monorepo Sejak Awal
Jangan coba membangun monorepo tanpa tool seperti Nx atau Turborepo. Mereka akan menghemat banyak waktu dan sakit kepala di kemudian hari. Pilih salah satu yang paling cocok untuk kebutuhan dan ukuran tim kamu.
6.3. 🚀 Optimalkan CI/CD
Manfaatkan fitur affected commands dari tool monorepo kamu.
nx affected:testturbo run test --filter="[HEAD^1]..."Ini akan memastikan CI/CD kamu tetap cepat meskipun monorepo semakin besar.
6.4. 📝 Dokumentasikan dengan Baik
Karena semua ada di satu tempat, penting untuk mendokumentasikan setiap proyek, cara menjalankannya, dan dependensinya. README di setiap sub-proyek sangat membantu.
6.5. 🧑💻 Latih Tim Kamu
Pastikan semua anggota tim memahami cara kerja monorepo, perintah-perintah dasar tool yang digunakan, dan best practices kolaborasi.
Kesimpulan
Monorepo adalah pendekatan yang powerful untuk mengelola proyek multi-aplikasi yang kompleks. Dengan kemampuannya untuk memfasilitasi code sharing, memastikan atomic changes, dan mengoptimalkan pipeline CI/CD, ia bisa secara signifikan meningkatkan efisiensi dan produktivitas tim pengembanganmu.
Meskipun ada kurva pembelajaran awal, tool modern seperti Nx dan Turborepo telah membuat implementasi monorepo jauh lebih mudah dan efisien. Jika kamu sedang membangun sistem yang terdiri dari banyak bagian yang saling terkait, atau jika kamu sering menghadapi masalah konsistensi antar proyek, mungkin inilah saatnya untuk mempertimbangkan monorepo.
Jadi, apakah kamu siap merangkul kekuatan monorepo dan membawa pengembangan web-mu ke level berikutnya?
🔗 Baca Juga
- Mengamankan Integritas Data: Panduan Lengkap Transaksi Database dan Kontrol Konkurensi
- Strategi Testing untuk Aplikasi Web Modern: Dari Unit Hingga E2E
- Gerbang Utama Aplikasi Modern: Menggali Lebih Dalam API Gateway
- Menulis TypeScript yang Lebih Baik: Panduan Praktis untuk Developer Web Modern