MONOREPO JAVASCRIPT TYPESCRIPT FRONTEND BACKEND TOOLS BUILD-TOOLS DEVELOPER-EXPERIENCE DX PRODUCTIVITY SCALABILITY SOFTWARE-ARCHITECTURE WEB-DEVELOPMENT NX TURBOREPO WORKSPACES BUILD-SYSTEM CACHING TASK-RUNNER

Mengoptimalkan Monorepo Anda: Panduan Praktis dengan Nx dan Turborepo

⏱️ 17 menit baca
👨‍💻

Mengoptimalkan Monorepo Anda: Panduan Praktis dengan Nx dan Turborepo

1. Pendahuluan

Jika Anda sudah membaca artikel saya tentang “Monorepos: Mengelola Proyek Multi-Aplikasi dengan Efisien”, Anda pasti sudah familiar dengan konsep monorepo. Singkatnya, monorepo adalah strategi di mana Anda menyimpan beberapa proyek (misalnya, frontend, backend, library UI, shared utilities) dalam satu repositori Git yang besar.

Monorepo menawarkan banyak keuntungan: kode yang bisa dibagi pakai, manajemen dependensi yang terpusat, dan penyederhanaan proses deployment. Ini terdengar seperti mimpi bagi banyak tim pengembangan, terutama yang bekerja dengan arsitektur mikroservis atau micro-frontend.

Namun, monorepo juga datang dengan tantangannya sendiri. Bayangkan Anda punya puluhan proyek dalam satu repo. Setiap kali Anda mengubah satu baris kode di sebuah library kecil, apakah Anda harus me-build dan menguji semua proyek yang ada? Tentu saja tidak! Itu akan sangat memakan waktu, menguras resource, dan membuat developer frustrasi.

Di sinilah alat bantu khusus monorepo seperti Nx dan Turborepo berperan. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang mengubah potensi kekacauan monorepo menjadi orkestrasi yang mulus dan efisien. Artikel ini akan membawa Anda menyelami dunia alat-alat canggih ini, memahami cara kerjanya, membandingkannya, dan bagaimana Anda bisa menggunakannya untuk mengoptimalkan monorepo Anda. Mari kita mulai!

2. Mengapa Monorepo Membutuhkan Alat Khusus?

Mungkin Anda berpikir, “Bukankah npm workspaces atau yarn workspaces sudah cukup untuk monorepo?” Ya, mereka memang menyediakan fondasi dasar untuk mengelola banyak paket dalam satu repositori. Tapi, untuk monorepo skala menengah hingga besar, Anda akan segera menghadapi beberapa masalah pelik:

📌 Intinya: Alat seperti Nx dan Turborepo hadir untuk mengatasi masalah performa, kompleksitas, dan DX yang melekat pada monorepo tanpa optimasi. Mereka menyediakan “kecerdasan” yang dibutuhkan untuk membuat monorepo benar-benar efisien.

3. Mengenal Nx: Sang Arsitek Monorepo Anda

Nx adalah framework monorepo yang komprehensif dari Narwhal. Nx bukan hanya sekadar build tool; ia adalah ekosistem lengkap yang membantu Anda mendesain, membangun, dan memelihara monorepo dengan berbagai jenis proyek, mulai dari frontend (React, Angular, Vue), backend (Node.js, NestJS, Express), hingga library dan shared utilities.

Fitur Utama Nx:

Contoh Sederhana dengan Nx:

Mari kita lihat bagaimana Nx bekerja.

  1. Instalasi dan Pembuatan Workspace:

    npx create-nx-workspace@latest my-monorepo --preset=react-standalone
    cd my-monorepo

    Ini akan membuat workspace Nx baru dengan setup React dasar. Nx akan membuat struktur seperti:

    my-monorepo/
    ├── apps/            # Folder untuk aplikasi (misal: frontend, admin-panel)
    │   └── my-react-app
    ├── libs/            # Folder untuk library yang bisa dibagi pakai (misal: ui-components, data-access)
    ├── tools/
    ├── nx.json          # Konfigurasi Nx utama
    ├── package.json
    └── tsconfig.base.json
  2. Membuat Library Baru:

    nx generate @nx/js:library shared-ui --project-name=shared-ui --directory=libs/shared/ui --no-interactive

    Perintah ini akan membuat library shared-ui di libs/shared/ui.

  3. Membangun Aplikasi:

    nx build my-react-app

    Jika Anda menjalankan perintah ini untuk pertama kali, Nx akan membangun aplikasi. Jika Anda menjalankannya lagi tanpa perubahan, Nx akan langsung menggunakan cache.

  4. Melihat Proyek yang Terpengaruh:

    nx affected:build

    Setelah Anda mengubah kode di libs/shared/ui, perintah nx affected:build akan mencari dan hanya me-build proyek yang terpengaruh oleh perubahan di shared-ui (misalnya, my-react-app jika ia menggunakan shared-ui).

💡 Tips Nx: Manfaatkan nx graph untuk memahami dependensi, dan nx affected:* untuk mempercepat development cycle Anda. Nx sangat cocok untuk tim yang membutuhkan konsistensi, scaffolding, dan dukungan multi-framework.

4. Mengenal Turborepo: Kecepatan Kilat untuk Monorepo Anda

Turborepo adalah build system monorepo yang fokus pada kecepatan, dikembangkan oleh Vercel. Berbeda dengan Nx yang merupakan framework komprehensif, Turborepo lebih “agnostik” dan fokus pada satu hal: membuat build dan test Anda di monorepo secepat mungkin. Turborepo bisa digunakan bersama dengan npm, yarn, atau pnpm workspaces.

Fitur Utama Turborepo:

Contoh Sederhana dengan Turborepo:

Mari kita lihat bagaimana Turborepo bekerja.

  1. Setup Monorepo dengan Workspaces (misal, Yarn):

    mkdir my-turbo-monorepo
    cd my-turbo-monorepo
    yarn init -y
    # Tambahkan "workspaces" ke package.json
    # { "name": "my-turbo-monorepo", "private": true, "workspaces": ["apps/*", "packages/*"] }
    mkdir apps packages
    cd apps && mkdir web && cd web && yarn init -y && cd ../..
    cd packages && mkdir ui && cd ui && yarn init -y && cd ../..

    Sekarang Anda punya struktur dasar monorepo:

    my-turbo-monorepo/
    ├── apps/
    │   └── web/
    ├── packages/
    │   └── ui/
    ├── package.json
    └── yarn.lock
  2. Instalasi Turborepo:

    yarn add turbo --dev
  3. Konfigurasi turbo.json: Buat file turbo.json di root monorepo Anda:

    // turbo.json
    {
      "$schema": "https://turbo.build/schema.json",
      "pipeline": {
        "build": {
          "dependsOn": ["^build"],
          "outputs": ["dist/**", ".next/**"]
        },
        "test": {
          "dependsOn": ["^build"],
          "outputs": []
        },
        "lint": {
          "outputs": []
        },
        "dev": {
          "cache": false,
          "persistent": true
        }
      }
    }
    • dependsOn: Menentukan dependensi antar-tugas. ^build berarti tugas build ini bergantung pada tugas build dari dependensi internal proyek.
    • outputs: File/folder yang akan di-cache setelah tugas selesai.
  4. Menambahkan Script ke package.json masing-masing proyek: Misalnya, di apps/web/package.json:

    // apps/web/package.json
    {
      "name": "web",
      "scripts": {
        "build": "next build", // Contoh, jika ini aplikasi Next.js
        "test": "jest",
        "lint": "eslint ."
      }
    }

    Dan di packages/ui/package.json:

    // packages/ui/package.json
    {
      "name": "ui",
      "scripts": {
        "build": "tsc", // Contoh, jika ini library TypeScript
        "test": "jest",
        "lint": "eslint ."
      }
    }
  5. Menjalankan Tugas dengan Turbo:

    turbo run build

    Perintah ini akan menjalankan script build di semua proyek yang memiliki script tersebut, tetapi hanya jika ada perubahan yang relevan. Jika Anda menjalankannya lagi tanpa perubahan, Turbo akan langsung menggunakan cache.

    turbo run test --filter=web

    Anda juga bisa memfilter untuk menjalankan tugas hanya pada proyek tertentu.

Kelebihan Turborepo: Kecepatan build yang luar biasa, konfigurasi minimal, dan remote caching yang powerful. Sangat cocok untuk monorepo JavaScript/TypeScript yang memprioritaskan performa dan kemudahan setup.

5. Nx vs. Turborepo: Memilih Jagoan Anda

Baik Nx maupun Turborepo adalah alat yang fantastis untuk monorepo, tetapi mereka memiliki filosofi dan fokus yang sedikit berbeda. Memilih di antara keduanya tergantung pada kebutuhan spesifik tim dan proyek Anda.

Fitur/AspekNxTurborepo
Filosofi UtamaFramework monorepo komprehensif, opinionated, ekosistem plugin kaya.Build system yang cepat, minimal config, agnostik, fokus ke performa.
Target ProyekMulti-framework (React, Angular, Node, Go, dll.), multi-bahasa.Umumnya JS/TS monorepo.
Kurva PembelajaranLebih curam karena banyaknya konsep dan plugin.Lebih landai, mudah diintegrasikan.
Scaffolding/GeneratorSangat kuat, banyak generator untuk aplikasi, library, komponen.Tidak ada fitur scaffolding bawaan.
Analisis DependensiDependency graph eksplisit, bisa divisualisasikan.Content-aware hashing yang implisit.
CachingIntelligent local caching.Content-aware local & powerful remote caching.
Integrasi CI/CDMudah dengan Nx Cloud (opsional).Sangat mudah, terutama dengan Vercel Remote Cache.
Ukuran KomunitasBesar dan aktif.Berkembang pesat, didukung Vercel.

🎯 Kapan Memilih Nx?

🎯 Kapan Memilih Turborepo?

⚠️ Penting: Dalam banyak kasus, Anda bahkan bisa mengkombinasikan keduanya! Misalnya, menggunakan Turborepo sebagai build system utama untuk kecepatan, tetapi tetap memanfaatkan generator dari plugin Nx untuk scaffolding jika Anda memerlukannya. Namun, untuk memulai, disarankan untuk fokus pada salah satu terlebih dahulu.

6. Praktik Terbaik Mengelola Monorepo dengan Tools Ini

Mengadopsi Nx atau Turborepo saja tidak cukup. Anda juga perlu menerapkan praktik terbaik untuk benar-benar memaksimalkan potensi monorepo Anda:

Kesimpulan

Monorepo adalah strategi pengembangan yang kuat, tetapi efisiensinya sangat bergantung pada alat yang Anda gunakan. Nx dan Turborepo adalah dua solusi terdepan yang masing-masing menawarkan pendekatan unik untuk mengatasi tantangan monorepo.

Nx adalah pilihan tepat jika Anda mencari framework monorepo yang komprehensif, dengan dukungan multi-framework, scaffolding yang kuat, dan visualisasi dependensi yang mendalam. Ini seperti memiliki seorang arsitek yang membantu Anda merancang dan membangun struktur monorepo Anda dari awal.

Di sisi lain, Turborepo adalah pilihan ideal jika Anda memprioritaskan kecepatan build yang ekstrem, konfigurasi minimal, dan fitur remote caching yang powerful, terutama untuk monorepo berbasis JavaScript/TypeScript. Ini seperti memiliki mesin balap yang sangat cepat dan efisien untuk menjalankan semua tugas Anda.

Mana pun yang Anda pilih, atau bahkan jika Anda memutuskan untuk mengkombinasikan beberapa fiturnya, menginvestasikan waktu untuk memahami dan mengimplementasikan alat-alat ini akan secara signifikan meningkatkan Developer Experience, mempercepat siklus pengembangan, dan membuat monorepo Anda menjadi aset yang jauh lebih produktif dan mudah dikelola. Selamat mencoba!

🔗 Baca Juga